Purchasing

Kalkulator PPN dan Diskon

Hitung harga akhir dari diskon dan PPN, atau hitung mundur dari harga akhir untuk menemukan harga awal. Kalkulator ini paling sering dipakai tim purchasing dan finance untuk mengecek struk atau penawaran vendor.

Diperbarui: September 2026. Tarif PPN default 11% sesuai UU HPP.

Rp

Cara menghitung PPN dan diskon

Urutan yang umum dipakai kasir dan toko: diskon dikurangi lebih dulu dari harga awal, baru PPN dihitung dari harga yang sudah didiskon.

Contoh

Harga awal Rp1.000.000, diskon 10%, PPN 11%.

  • Diskon: 10% x Rp1.000.000 = Rp100.000
  • Harga setelah diskon: Rp1.000.000 - Rp100.000 = Rp900.000
  • PPN: 11% x Rp900.000 = Rp99.000
  • Harga akhir: Rp900.000 + Rp99.000 = Rp999.000

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PPN dihitung sebelum atau sesudah diskon?

Umumnya sesudah diskon: diskon mengurangi harga jual dulu, lalu PPN dikenakan pada harga yang sudah dikurangi diskon (dasar pengenaan pajak).

Berapa tarif PPN saat ini?

Tarif umum PPN di Indonesia adalah 11% berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Beberapa barang/jasa punya perlakuan khusus, cek aturan terbaru untuk kasus spesifik.

Bagaimana cara mencari harga sebelum diskon dari harga akhir?

Gunakan pilihan "Saya punya harga akhir" pada kalkulator ini. Sistem akan menghitung mundur: memisahkan PPN dulu, baru mencari harga sebelum diskon.

Apakah bisa dipakai untuk lebih dari satu diskon bertingkat?

Kalkulator ini menghitung satu lapis diskon. Untuk diskon bertingkat (misal 10% + 5%), hitung berturut-turut: hasil diskon pertama jadi harga awal pada perhitungan kedua.

Sumber aturan

  • Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (tarif PPN).

Terakhir diperbarui: September 2026. Hasil adalah estimasi. Lihat Disclaimer.

Kalkulator terkait